Saat ini, tidak hanya ilmu pengetahuan dan hardskill saja yang dibutuhkan. Untuk dapat terus bertahan dikehidupa sehari-hari, kita harus memiliki beberapa keterampilan khusus yang dapat membantu kita dalam keseharian. Tidak hanya pengetahuan yang harus kita pelajari, namun bagaimana kita berorganisasi dengan suatu perkumpulan atau lingkunga, kerja sama dengan team, kejujuran, iman dan akhlak serta masih banyak lagi yang harus dapat kita latih untuk meningkatkan kadar kemampuan dan pengetahuan kita.
Setiap hari, kita telah diberi waktu yang terbatas. Sehingga kita harus dapat memanfaatkan waktu tersebut sebaik mungkin untuk hal yang berguna dan terus menjalin silaturahmi dan mengejar dunia serta akhirat. Untuk itu, kita harus terus melatih diri kita untuk dapat menghargai waktu agar setiap detik tidak lah terlewat dengan sia-sia. Serta kita pun harus dapat menghargai orang lain. Karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain.
Tampilkan postingan dengan label B.indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label B.indonesia. Tampilkan semua postingan
Rabu, 16 Juni 2010
Senin, 17 Mei 2010
Proposisi
Preposisi adalah apa yang dihasilkan dengan mengucapkan suatu kalimat.
Dengan kata lain, hal ini merupakan arti dari kalimat itu, dan bukan kalimat itu sendiri.
Kalimat yg berbeda dapat mengekspresikan proposisi yang sama, jika artinya sama.
Dengan kata lain, hal ini merupakan arti dari kalimat itu, dan bukan kalimat itu sendiri.
Kalimat yg berbeda dapat mengekspresikan proposisi yang sama, jika artinya sama.
Proposisi dibedakan menjadi 4 jenis yaitu :
1. Proposisi berdasarkan bentuk
- Proposisi bentuk tunggal
Adalah proposisi yang terdiri atas satu subyek dan satu predikat
contohnya :
adik mengompol
S P
- proposisi bentuk majemuk
Adalah suatu proposisi yang terbentuk atas satu subjek dan lebih dari satu predikat.
Contohnya :
Bambang membaca koran dan menulis surat
S P P
2. proposisi berdasarkan sifat
- proposisi kategorial
Adalah antara hubungan subjek dan predikat tidak memerlukan syarat khusus.
Contohnya :
Semua orang memiliki jenis kelamin
- Proposisi kondisional
untuk proposisi kondisional dibagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu :
- Kondisional hipotesis
merupakan suatu proposisis yang terjadi akibat adanya hubungan sebab akibat.
Contohnya :
Jika matahari terbenam langit akan menjadi gelap
- Kondisional disjungtive
merupakan proposisis yang mengandung pilihan atau alternative untuk dipilih.
Contohnya :
Pak Sukarno dapat disebut presiden pertama atau pejuang.
3. Proposisi berdasarkan kualitas
- Proposisi kualitas positif/afirmatif
Dimana pada proposisi ini terdapat persesuaian antara subjek dan predikat
Contohnya :
Semua dokter adalah orang pandai
- Proposisi kualitas negative
proposisi dimana tidak terdapat kesesuaian antara subjek dan predikat.
Contohnya :
Tidak satupun laki-laki yang melahirkan
4. Proposisi berdasarkan kuantitas
- Proposisi kuantitas universal
Merupakan proposisi yang biasanya diawali dengan kata yang menunjukkan sesuatu itu umum, misalnya semua, seluruhnya.
Contohnya :
Semua hewan karnivora memakan daging
- Proposisi kuantitas spesifik
Merupakan proposisi yang diawali dengan kata yang menyatakan sebagian atau sedikit.
Contohnya :
Sebagian warga 3ka02 bertempat tinggal di Depok
Label:
B.indonesia
Andai Saya Teman Gayus
Mungkin sebagian dari kita telah mengetahui mengapa seorang Gayus dapat sangat terkenal saat ini. Akan tetapi yang membuatnya terkenal sehingga selalu disebut-sebut oleh masyarakat adalah karena kesalahan pilihan hidupnya. Yang membuatnya terjerat dalam sisi gelapnya pekerjaan yang ia pegang saat ini. Apa yang ia lakukan, selain merugikan masyarakat hal tersebut dapat merugikan keluarga dan dirinya sendiri juga.
Sebagian masyarakat berpendapat bahwa seutuhnya kesalahan yang ia lakukan merupakan kesalahan Gayus. Namun kita tidak mengetahui kenapa ia melakukan hal tersebut. Mungkin permasalahan ekonomi, desakan kebutuhan sehari-hari keluarga yang tidak peduli yang ia lakukan., maupun tergiur oleh harta yang didapat dengan cara yang tidak halal tersebut. Dan jika seandainya saya merupakan teman Gayus, maka sudah seharusnya kewajiban saya untuk mengingatkannya bahwa apa yang ia lakukan tidaklah benar dan dapat merugikan orang lain dan dirinya sendiri. Dan belum terlambat untuk berubah dan bertaubat. Dan berdasarkan pengalaman Gayus, kita dapat mencegah lahirnya Gayus-Gayus yang lainnya untuk melakukan hal yang sama.
Sebagian masyarakat berpendapat bahwa seutuhnya kesalahan yang ia lakukan merupakan kesalahan Gayus. Namun kita tidak mengetahui kenapa ia melakukan hal tersebut. Mungkin permasalahan ekonomi, desakan kebutuhan sehari-hari keluarga yang tidak peduli yang ia lakukan., maupun tergiur oleh harta yang didapat dengan cara yang tidak halal tersebut. Dan jika seandainya saya merupakan teman Gayus, maka sudah seharusnya kewajiban saya untuk mengingatkannya bahwa apa yang ia lakukan tidaklah benar dan dapat merugikan orang lain dan dirinya sendiri. Dan belum terlambat untuk berubah dan bertaubat. Dan berdasarkan pengalaman Gayus, kita dapat mencegah lahirnya Gayus-Gayus yang lainnya untuk melakukan hal yang sama.
Label:
B.indonesia
Hubungan Softskill Dengan Korupsi
Korupsi merupakan salah satu perilaku menyimpang. Dimana pelaku korupsi mengambil hak orang lain dengan memanfaatkan jabatan dan kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. Hal tersebut dapat terjadi disebabkan beberapa faktor seperti desakan kebutuhan. Ia memiliki keinginan yang berlebih untuk mendapatkan materi dan akhirnya ia mengambil jalan singkat yang salah.
Faktor lain contohnya adalah lingkungan keluarga, lingkungan keluarga yang selalu menuntut materi yang tidak akan pernah akan ada titik kepuasan sehingga ia terpaksa mencari uang atau materi dengan melakukan korupsi agar dapat memenuhi keperluan yang dituntut oleh keluarganya. Kurangnya kadar iman dan pemahaman agama dapat menyebabkan orang mudah terhasut untuk melakukan korupsi. Oleh karena itu, pendekatan agama yang mengatur apa yang seharusnya dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan oleh umat beragama. Dan untuk melatih moral nya sangat diperlukan softskill. Dengan adanya softskill, seseorang dilatih untuk belajar berinteraksi dan bekerja sama dalam suatu tim, tidak mementingkan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan kelompok, jujur dalam perbuatan dan sopan dalam tingkah laku, dan melatih kemampuan diluar kemampuan utama yang ia miliki. Sehingga dapat membuat nya jadi orang yang lebih baik.
Faktor lain contohnya adalah lingkungan keluarga, lingkungan keluarga yang selalu menuntut materi yang tidak akan pernah akan ada titik kepuasan sehingga ia terpaksa mencari uang atau materi dengan melakukan korupsi agar dapat memenuhi keperluan yang dituntut oleh keluarganya. Kurangnya kadar iman dan pemahaman agama dapat menyebabkan orang mudah terhasut untuk melakukan korupsi. Oleh karena itu, pendekatan agama yang mengatur apa yang seharusnya dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan oleh umat beragama. Dan untuk melatih moral nya sangat diperlukan softskill. Dengan adanya softskill, seseorang dilatih untuk belajar berinteraksi dan bekerja sama dalam suatu tim, tidak mementingkan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan kelompok, jujur dalam perbuatan dan sopan dalam tingkah laku, dan melatih kemampuan diluar kemampuan utama yang ia miliki. Sehingga dapat membuat nya jadi orang yang lebih baik.
Label:
B.indonesia
Minggu, 04 April 2010
Kutipan
Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat seseorang dari seorang pengarang atau seseorang yang sangat terkenal, baik terdapat dalam buku, surat kabar, majalah, atau media elektronika. Fungsinya sebagai bukti atau memperkuat pendapat penulis. Bedanya dengan jiplakan, kalau jiplakan, mengambil pendapat orang lain tanpa menyebut sumbernya sehingga dianggapnya pendapat diri sendiri. Penjiplak sering disebut juga plagiator.
Menurut jenisnya, kutipan dapat dibedakan atas kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan langsung adalah kutipan yang mengutip pendapat orang lain secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sebuah teks asli. Sebaliknya, kutipan tidak langsung adalah mengutip pendapat orang lain berupa intinya yang terkadang teks kalimatnya diganti dengan kalimat gaya penulis bersangkutan tanpa merubah maksud kalimat tersebut. Kutipan langsung diapit dengan tanda petik sedangkan kutipan tidak langsung tidak dan biasannya diawali dengan kata "bahwa".
Idealnya dalam pengutipan, baik pengutipan langsung maupun tak langsung, sipenulis tidak boleh merubah redaksi atau kalimat dari kutipan. Apalagi dalam kutipan langsung, penulis tidak boleh merubah isi kutipan baik redaksinya maupun maknanya sekalipun mungkin tidak sesuai dengan selera penulis.
Sumber kutipan, khusus artikel, dicantumkan dalam isi bahasan atau langsung dalam tulisan bukan dalam catatan kaki seperti pada makalah, skripsi, tesis, dan desertasi.
Berikut ini beberapa cara teknik pencantuman sumber kutipan. Penulis bisa memilih beberapa cara di antaranya sesuai kebutuhan. Teknik tersebut adalah:
1. Cukup ditulis nama penulis, tahun penerbitan, dan halamannya.
a. Kutipan langsung. Misalnya: "Perilaku seks adalah segala tingkahlaku yang didorong oleh hasrat seksual". (Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, 1994 : 137).
b. Kutipan tidak langsung. Misalnya: Dr. Sarlito Wirawan Sarwono (1994 : 137) berpendapat bahwa, perilaku seks adalah segala tingkah-laku yang dirorong oleh hasrat seksual.
2. Cukup dinulis nama penulis, penerbit dan tahun penerbitan
a. Kutipan langsung. Misalnya: Perilaku seks menurut Dr. Sarlito Wirawan Sarwono (Raja Grafindo Persada: 1994) adalah: "Perilaku seks adalah segala tingkah-laku yang didorong oleh hasrat seksual".
b. Kutipan tidak langsung. Misalnya: Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual. (Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, Raja Grafindo Persada :1994).
3. Cukup ditulis nama penulis dan buku karangannya.
a. Kutipan langsung. Misalnya : Dr. Sarlito Wirawan Sarwono dalam buku Psikologi Remaja berpendapat: "Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual."
b. Kutipan tidak langsung. Misalnya: Dr. Sarlito Wirawan Sarwono dalam buku Psikologi Remaja berpendapat bahwa perilaku seksual adalah segala tingkah-laku yang didorong oleh hasrat seksual.
Tiga teknik tersebut adalah di antara teknik yang paling sering digunakan. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah:
a. Bila penulis lebih dari tiga orang, cukup menulis nama penulis yang pertama diikuti dengan tulisan"et al" (et al = dan kawan-kawan).
b. Bila sumber itu kumpulan tulisan, tulis nama orang atau badan yang mengedit, diikuti dengan "ed" (ed = editor).
c. Bila sumber itu terjamahan, ditulis pula nama penulis aslinya, tetapi di belakangnya ditulis nama penerjamahnya. Judul buku yang ditulis boleh judul asli atau terjamahan.
d. Bila sumber itu tidak diketahui nama pengarangnya, ditulis nama sumbernya (penanggung jawab) kemudian ditulis data lainnya.
e. Bila sumber itu surat kabar atau majalah, maka ditulis judul artikel, nama surat kabar/majalah, tanggal/bulan/tahun penerbitan.
referensi : http://www.penulissukses.com/penulis7.php
Label:
B.indonesia
Motivasi
Motivasi adalah dorongan psikologis yang mengarahkan seseorang ke arah suatu tujuan. Motivasi membuat keadaan dalam diri individu muncul, terarah, dan mempertahankan perilaku, menurut Kartini Kartono motivasi menjadi dorongan (driving force) terhadap seseorang agar mau melaksanakan sesuatu.
Motivasi yang ada pada setiap orang tidaklah sama, berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Untuk itu, diperlukan pengetahuan mengenai pengertian dan hakikat motivasi, serta kemampuan teknik menciptakan situasi sehingga menimbulkan motivasi/dorongan bagi mereka untuk berbuat atau berperilaku sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh individu lain/organisasi.
Setiap individu memiliki motivasi yang berbeda dalam melakukan suatu hal. Dan cara memunculkan motivasi pun berbeda-beda cara nya. Individu lebih mengetahui bagaimana cara ia mendapatkan motivasi nya. Dengan ada nya motivasi, pekerjaan atau suatu hal yang dilakukan lebih mendapat dorongan secara psikologis dari dalam diri untuk menyelesaikan nya dalam target dan hasil tertentu berdasarkan yang ia inginkan.
Namun motivasi saja tidaklah berarti jika tidak kita kerjakan apa yang kita motivasikan tersebut. Karena terkadang ada individu yang memiliki rencana dan motivasi yang tinggi namun dalam menjalani apa yang ia lakukan atau kerjakan tidak lah sebesar motivasi nya. Ia hanya bermotivasi dan merencanakan pekerjaan nya, namun ia sulit untuk memulai dan menyelesaikan nya. Oleh karena itu,motivasi dari diri sendiri tidaklah cukup. Kita pun terkadang harus mendapatkan motivasi dari lingkungan luar untuk menumbuhkan semangat dari diri kita. Terutama motivasi dari orang yang terdekat dan keluarga.
Label:
B.indonesia
Logika
Logika berasal dari kata Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika adalah salah satu cabang filsafat.Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme (Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur.Ilmu disini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan masuk akal.
- Logika sebagai ilmu pengetahuan
Logika merupakan sebuah ilmu pengetahuan dimana obyek materialnya adalah berpikir (khususnya penalaran/proses penalaran) dan obyek formal logika adalah berpikir/penalaran yang ditinjau dari segi ketepatannya.
- Logika sebagai cabang filsafat
Logika adalah sebuah cabang filsafat yang praktis. Praktis disini berarti logika dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.Logika lahir bersama-sama dengan lahirnya filsafat di Yunani. Dalam usaha untuk memasarkan pikiran-pikirannya serta pendapat-pendapatnya, filsuf-filsuf Yunani kuno tidak jarang mencoba membantah pikiran yang lain dengan menunjukkan kesesatan penalarannya.Logika digunakan untuk melakukan pembuktian. Logika mengatakan yang bentuk inferensi yang berlaku dan yang tidak. Secara tradisional, logika dipelajari sebagai cabang filosofi, tetapi juga bisa dianggap sebagai cabang matematika. logika tidak bisa dihindarkan dalam proses hidup mencari kebenaran.
Dasar penalaran dalam logika ada dua, yakni deduktif dan induktif. Penalaran deduktif—kadang disebut logika deduktif—adalah penalaran yang membangun atau mengevaluasi argumen deduktif. Argumen dinyatakan deduktif jika kebenaran dari kesimpulan ditarik atau merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya. Argumen deduktif dinyatakan valid atau tidak valid, bukan benar atau salah. Sebuah argumen deduktif dinyatakan valid jika dan hanya jika kesimpulannya merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya.
Contoh argumen deduktif:
- Setiap mamalia punya sebuah jantung
- Semua kuda adalah mamalia
- ∴ Setiap kuda punya sebuah jantung
Penalaran induktif—kadang disebut logika induktif—adalah penalaran yang berangkat dari serangkaian fakta-fakta khusus untuk mencapai kesimpulan umum.
Contoh argumen induktif:
- Kuda Sumba punya sebuah jantung
- Kuda Australia punya sebuah jantung
- Kuda Amerika punya sebuah jantung
- Kuda Inggris punya sebuah jantung
- Setiap kuda punya sebuah jantung
Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Logika
Label:
B.indonesia
Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
Metode dalam menalar
Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.
Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.
- Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
- Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.
Referensi :
Label:
B.indonesia
Subjek dan Predikat
Subjek merupakan unsur kalimat yang menunjukkan pelaku. Sedangkan predikat adalah bagian kalimat yang memberitahukan objek atau subjek dalam keadaan bagaimana.
4 pola hubungan S+P:
1. Semua subjek adalah bukan semua Predikat
Contoh kalimat:
a. Semua hewan adalah bukan semua harimau
b. Semua dosen adalah bukan semua laki-laki
c. Semua mobil adalah bukan semua sedan
2. Tidak adapun subjek adalah predikat
a. Tidak ada satupun wanita adalah berkumis
b. Tidak satupun manusia adalah hewan
c. Tidak ada satupun manusia adalah bisa hidup sendiri
Proposisi universal negatif ialah pernyataan bersifat umum yang mengingkari adanya hubungan subjek dengan predikat, dirumuskan: “Semua S bukan P”.Proposisi ini sama artinya: S yang P itu tidak ada (kelas kosong). Proposisi ini disebut tipe E. Proposisi universal negatif berdasarkan perbandingan luas term, hanya ada satu bentuk, yaitu berbentuk eksklusif sehingga lengkapnya disebut universal negatif eksklusif, yaitu pernyataan umum mengingkari yang berarti antara subjek dan predikat tidak ada hubungan.
3. A. Semua subjek adalah predikat
Contoh kalimat:
a. Semua ayah adalah kepala rumah tangga
b. Semua ibu adalah wanita
c. Semua manusia adalah ciptaan Tuhan
Proposisi universal afirmatif ialah pernyataan bersifat umum yang mengiyakan adanya hubungan subjek dengan predikat, dirumuskan berikut ini : “Semua S adalah P”.
Proposisi ini sama artinya dengan “S yang non P itu tidak ada (kelas kosong)”. Proposisi ini disebut tipe A. Berdasarkan perbandingan luas term, dapat dibedakan atas dua macam: universal afirmatif ekuivalen dan universal afirmatif implikasi.
B. Sebagian subjek adalah predikat
a. Sebagian wanita adalah memakai kerudung
b. Sebagian dosen Universitas Gunadarma adalah laki-laki
c. Sebagian dokter kandungan adalah laki-laki
Proposisi partikular afirmatif ialah pernyataan bersifat khusus yang mengiyakan adanya hubungan subjek dengan predikat, dirumuskan: “Sebagian S adalah P”.
Proposisi partikular afirmatif berdasarkan perbandingan luas term, dapat dibedakan atas dua macam: partikular afirmatif inklusif dan partikular afirmatif implikasi.
4. Sebagian subjek bukan predikat
a. Sebagian manusia bukan wanita
b. Sebagian hewan tidak hidup di air
c. Sebagian wanita tidak berkerudung
Proposisi partikular negatif ialah pernyataan bersifat khusus yang mengingkari adanya hubungan subjek dengan predikat, dirumuskan: “Sebagian S bukan P”.Proposisi partikular negatif berdasarkan perbandingan luas term terdapat dibedakan atas dua macam: partikular negatif inklusif dan partikular negatif implikasi.
Referensi :
http://atikkwok.blogspot.com/2010/03/atik-gustini-4-pola-hubungan-subjek.html
http://naughtycat.ngeblogs.com/2010/03/19/hubungan-subjek-dan-predikat/
4 pola hubungan S+P:
Contoh kalimat:
a. Semua hewan adalah bukan semua harimau
b. Semua dosen adalah bukan semua laki-laki
c. Semua mobil adalah bukan semua sedan
2. Tidak adapun subjek adalah predikat
a. Tidak ada satupun wanita adalah berkumis
b. Tidak satupun manusia adalah hewan
c. Tidak ada satupun manusia adalah bisa hidup sendiri
Proposisi universal negatif ialah pernyataan bersifat umum yang mengingkari adanya hubungan subjek dengan predikat, dirumuskan: “Semua S bukan P”.Proposisi ini sama artinya: S yang P itu tidak ada (kelas kosong). Proposisi ini disebut tipe E. Proposisi universal negatif berdasarkan perbandingan luas term, hanya ada satu bentuk, yaitu berbentuk eksklusif sehingga lengkapnya disebut universal negatif eksklusif, yaitu pernyataan umum mengingkari yang berarti antara subjek dan predikat tidak ada hubungan.
Contoh kalimat:
a. Semua ayah adalah kepala rumah tangga
b. Semua ibu adalah wanita
c. Semua manusia adalah ciptaan Tuhan
Proposisi universal afirmatif ialah pernyataan bersifat umum yang mengiyakan adanya hubungan subjek dengan predikat, dirumuskan berikut ini : “Semua S adalah P”.
Proposisi ini sama artinya dengan “S yang non P itu tidak ada (kelas kosong)”. Proposisi ini disebut tipe A. Berdasarkan perbandingan luas term, dapat dibedakan atas dua macam: universal afirmatif ekuivalen dan universal afirmatif implikasi.
- Proposisi universal afirmatif ekuivalen ialah pernyataan umum X mengiyakan yang antara subjek dan predikat merupakan suatu persamaan, yakni semua anggota subjek adalah anggota predikat dan semua anggota predikat adalah anggota subjek, contoh : Semua manusia yang hidup bernafas.
- Proposisi universal afirmatif implikasi ialah pernyataan umum mengiyakan yang semua subjek merupakan bagian dari predikat, yakni semua anggota subjek menjadi himpunan bagian dari predikat, contoh : Setiap mahasiswa Universitas Gunadarma memiliki KTM.
B. Sebagian subjek adalah predikat
a. Sebagian wanita adalah memakai kerudung
b. Sebagian dosen Universitas Gunadarma adalah laki-laki
c. Sebagian dokter kandungan adalah laki-laki
Proposisi partikular afirmatif ialah pernyataan bersifat khusus yang mengiyakan adanya hubungan subjek dengan predikat, dirumuskan: “Sebagian S adalah P”.
Proposisi partikular afirmatif berdasarkan perbandingan luas term, dapat dibedakan atas dua macam: partikular afirmatif inklusif dan partikular afirmatif implikasi.
- Proposisi partikular afirmatif inklusif ialah pernyataan khusus mengiyakan yang sebagian subjek merupakan bagian dari predikat, yakni ada anggota subjek yang menjadi bagian predikat dan ada anggota predikat yang menjadi bagian subjek, contoh : Sebagian rakyat Indonesia adalah keturunan asing.
- Proposisi partikular afirmatif implikasi ialah pernyataan khusus mengiyakan yang sebagian dari subjek merupakan suatu predikat, yakni ada sebagian anggota subjek yang menjadi himpunan predikat, misal: Sebagian mahasiswa Universitas Gunadarma adalah warga Depok.
4. Sebagian subjek bukan predikat
a. Sebagian manusia bukan wanita
b. Sebagian hewan tidak hidup di air
c. Sebagian wanita tidak berkerudung
Proposisi partikular negatif ialah pernyataan bersifat khusus yang mengingkari adanya hubungan subjek dengan predikat, dirumuskan: “Sebagian S bukan P”.Proposisi partikular negatif berdasarkan perbandingan luas term terdapat dibedakan atas dua macam: partikular negatif inklusif dan partikular negatif implikasi.
Referensi :
http://atikkwok.blogspot.com/2010/03/atik-gustini-4-pola-hubungan-subjek.html
http://naughtycat.ngeblogs.com/2010/03/19/hubungan-subjek-dan-predikat/
Label:
B.indonesia
Sabtu, 27 Februari 2010
Mengapa Kita Mempelajari Bahasa Indonesia
Banyak alasan kita mempelajari bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional negara ini.Indonesia terdapat ribuan pulau,keaneka ragaman budaya,agama,dan beraneka ragam bahasa.Oleh karena itu bahasa Indonesia sangat penting untuk mempersatukan beragam perbedaan tersebut.Jika tidak ada nya bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional maka tidak akan terjalin komunikasi antar bangsa.
Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan yang dapat mempersatukan keragaman bahasa.Namun tidak semua bangsa Indonesia dapat berbicara dan mengetahui tata bahasa dan tulisan bahasa Indonesia ini dengan baik dan benar.Oleh karena itu sejak kecil kita diberikan pembelajaran bahasa Indonesia.Agar masyarakat dapat mengetahui dan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik.Terutama pada acara resmi atau formal.
Namun dikehidupan sehari-hari,kita tidak menggunakan bahasa Indonesia yang formal untuk berbicara dalam ruang lingkup pergaulan.Karena hal tersebut terkadang membuat komunikasi menjadi kaku.Oleh sebab itu kita pun harus mengetahui dimana dan kapan kita harus menggunakan bahasa Indonesia yang formal.
Akan tetapi,pada daerah-daerah terpencil maupun daerah dimana masyarakat tidak mendapat pendidikan yang layak,mereka kesulitan untuk menggunakan dan banyak sekali yang tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia.Bahkan ada diantara mereka yang tidak dapat membaca dan menulis.Hal itu sangat lah tragis.Oleh karena itu,sejak dini kita biasakan diri untuk melatih dan mempelajari bahasa Indonesia yang baik dan benar.Sehingga dapat membantu mereka yang kurang beruntung.
Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan yang dapat mempersatukan keragaman bahasa.Namun tidak semua bangsa Indonesia dapat berbicara dan mengetahui tata bahasa dan tulisan bahasa Indonesia ini dengan baik dan benar.Oleh karena itu sejak kecil kita diberikan pembelajaran bahasa Indonesia.Agar masyarakat dapat mengetahui dan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik.Terutama pada acara resmi atau formal.
Namun dikehidupan sehari-hari,kita tidak menggunakan bahasa Indonesia yang formal untuk berbicara dalam ruang lingkup pergaulan.Karena hal tersebut terkadang membuat komunikasi menjadi kaku.Oleh sebab itu kita pun harus mengetahui dimana dan kapan kita harus menggunakan bahasa Indonesia yang formal.
Akan tetapi,pada daerah-daerah terpencil maupun daerah dimana masyarakat tidak mendapat pendidikan yang layak,mereka kesulitan untuk menggunakan dan banyak sekali yang tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia.Bahkan ada diantara mereka yang tidak dapat membaca dan menulis.Hal itu sangat lah tragis.Oleh karena itu,sejak dini kita biasakan diri untuk melatih dan mempelajari bahasa Indonesia yang baik dan benar.Sehingga dapat membantu mereka yang kurang beruntung.
Label:
B.indonesia
Rabu, 30 Desember 2009
Karangan Argumentasi dan Persuasi
Argumentasi
Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/kesimpulan dengan data/fakta sebagai alasan/bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut.
Langkah menyusun argumentasi:
- Menentukan topik/tema
- Menetapkan tujuan
- Mengumpulkan data dari berbagai sumber
- Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
- Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi
Label:
B.indonesia
Karangan Deskripsi dan Eksposisi
Deskripsi
Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.
Karangan deskripsi memiliki ciri-ciri seperti:
- menggambarkan atau melukiskan sesuatu,
- penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera,
- membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.
Label:
B.indonesia
Pengertian Karangan dan Contoh Karangan Narasi
Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.
Narasi
Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur.
Narasi dapat berisi fakta atau fiksi. Narasi yang berisi fakta disebut narasi ekspositoris, sedangkan narasi yang berisi fiksi disebut narasi sugestif. Contoh narasi ekspositoris adalah biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Sedangkan contoh narasi sugestif adalah novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam.
Pola narasi secara sederhana berbentuk susunan dengan urutan awal – tengah – akhir.
Narasi
Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur.
Narasi dapat berisi fakta atau fiksi. Narasi yang berisi fakta disebut narasi ekspositoris, sedangkan narasi yang berisi fiksi disebut narasi sugestif. Contoh narasi ekspositoris adalah biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Sedangkan contoh narasi sugestif adalah novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam.
Pola narasi secara sederhana berbentuk susunan dengan urutan awal – tengah – akhir.
Label:
B.indonesia
Cara Pengembangan Paragraf
Paragraf dapat dikembangkan dengan cara sbb.:
1. Cara Pertentangan
Biasanya menggunakan ungkapan-ungkapan seperti berbeda dengan, bertentangan dengan, sedangkan, lain halnya dengan, akan tetapi, dan bertolak belakang dari.
2. Cara Perbandingan
Biasanya menggunakan ungkapan-ungkapan seperti serupa dengan, seperti halnya, demikian juga, sama dengan, sejalan dengan, akan tetapi,sedangkan, dan sementara itu.
1. Cara Pertentangan
Biasanya menggunakan ungkapan-ungkapan seperti berbeda dengan, bertentangan dengan, sedangkan, lain halnya dengan, akan tetapi, dan bertolak belakang dari.
2. Cara Perbandingan
Biasanya menggunakan ungkapan-ungkapan seperti serupa dengan, seperti halnya, demikian juga, sama dengan, sejalan dengan, akan tetapi,sedangkan, dan sementara itu.
Label:
B.indonesia
Pengertian dan Persyaratan Paragraf yang Baik
A. PENGERTIAN PARAGRAF
1. Definisi paragraf
Paragraf merupakan bagian karangan yang terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran.
1. Definisi paragraf
Paragraf merupakan bagian karangan yang terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran.
a. Unsur-unsur paragraf:
1. kalimat topik atau kalimat utama,
2. kalimat pengembang atau kalimat penjelas,
3. kalimat penegas,
4. kalimat, klausa, prosa dan penghubung
1. kalimat topik atau kalimat utama,
2. kalimat pengembang atau kalimat penjelas,
3. kalimat penegas,
4. kalimat, klausa, prosa dan penghubung
b. Fungsi utama paragraf:
1. untuk menandai pembukaan atau awal ide/gagasan baru,
2. sebagai pengembangan lebih lanjut tentang ide sebelumnya,
3. sebagai penegasan terhadap gagasan yang diungkapkan terlebih dahulu.
1. untuk menandai pembukaan atau awal ide/gagasan baru,
2. sebagai pengembangan lebih lanjut tentang ide sebelumnya,
3. sebagai penegasan terhadap gagasan yang diungkapkan terlebih dahulu.
Label:
B.indonesia
Ciri - ciri Kalimat Efektif
Ciri-ciri kalimat efektif: (memiliki)
1. KESATUAN GAGASAN
Memiliki subyek,predikat, serta unsur-unsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesaruan tunggal.
Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum.
Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek, melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan)
1. KESATUAN GAGASAN
Memiliki subyek,predikat, serta unsur-unsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesaruan tunggal.
Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum.
Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek, melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan)
Label:
B.indonesia
Kalimat Efektif Part 2
5. Penggunaan kata dengan struktur dan ejaan yang tidak baku :
- Kita harus bisa merubah kebiasaan yang buruk.
(Kita harus bisa mengubah kebiasaan yang buruk.)
Kata-kata lain yang sejenis dengan itu antara lain menyolok, menyuci, menyontoh, menyiptakan, menyintai, menyambuk, menyaplok, menyekik, menyampakkan, menyampuri, menyelupkan dan lain-lain, padahal seharusnya mencolok, mencuci, mencontoh, menciptakan, mencambuk, mencaplok, mencekik, mencampakkan, mencampuri, mencelupkan.
- Pertemuan itu berhasil menelorkan ide-ide cemerlang.
(Pertemuan itu telah menelurkan ide-ide cemerlang.)
- Gereja itu dilola oleh para rohaniawan secara professional.
(Gereja itu dikelola oleh para rohaniwan secara professional.)
- Kita harus bisa merubah kebiasaan yang buruk.
(Kita harus bisa mengubah kebiasaan yang buruk.)
Kata-kata lain yang sejenis dengan itu antara lain menyolok, menyuci, menyontoh, menyiptakan, menyintai, menyambuk, menyaplok, menyekik, menyampakkan, menyampuri, menyelupkan dan lain-lain, padahal seharusnya mencolok, mencuci, mencontoh, menciptakan, mencambuk, mencaplok, mencekik, mencampakkan, mencampuri, mencelupkan.
- Pertemuan itu berhasil menelorkan ide-ide cemerlang.
(Pertemuan itu telah menelurkan ide-ide cemerlang.)
- Gereja itu dilola oleh para rohaniawan secara professional.
(Gereja itu dikelola oleh para rohaniwan secara professional.)
Label:
B.indonesia
Selasa, 29 Desember 2009
Kalimat Efektif Part 1
Kalimat dikatakan efektif apabila berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembicara atau penulis. Untuk itu penyampaian harus memenuhi syarat sebagai kalimat yang baik, yaitu strukturnya benar, pilihan katanya tepat, hubungan antarbagiannya logis, dan ejaannya pun harus benar.
Dalam hal ini hendaknya dipahami pula bahwa situasi terjadinya komunikasi juga sangat berpengaruh. Kalimat yang dipandang cukup efektif dalam pergaulan, belum tentu dipandang efektif jika dipakai dalam situasi resmi, demikian pula sebaliknya. Misalnya kalimat yang diucapkan kepada tukang becak, “Berapa, Bang, ke pasar Rebo?” Kalimat tersebut jelas lebih efektif daripada kalimat lengkap, “Berapa saya harus membayar, Bang, bila saya menumpang becak Abang ke pasar Rebo?”
Label:
B.indonesia
Sabtu, 26 Desember 2009
Pengertian dan Jenis Kata
Diksi, dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara. Arti kedua, arti "diksi" yang lebih umum digambarkan dengan enunsiasi kata - seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi, daripada pemilihan kata dan gaya.
Diksi memiliki beberapa bagian; pendaftaran - kata formal atau informal dalam konteks sosial - adalah yang utama. Analisis diksi secara literal menemukan bagaimana satu kalimat menghasilkan intonasi dan karakterisasi, contohnya penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan gerakan fisik menggambarkan karakter aktif, sementara penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan pikiran menggambarkan karakter yang introspektif. Diksi juga memiliki dampak terhadap pemilihan kata dan sintaks.
Diksi memiliki beberapa bagian; pendaftaran - kata formal atau informal dalam konteks sosial - adalah yang utama. Analisis diksi secara literal menemukan bagaimana satu kalimat menghasilkan intonasi dan karakterisasi, contohnya penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan gerakan fisik menggambarkan karakter aktif, sementara penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan pikiran menggambarkan karakter yang introspektif. Diksi juga memiliki dampak terhadap pemilihan kata dan sintaks.
Label:
B.indonesia
Sabtu, 19 Desember 2009
Tanda Baca Lainnya
Digunakan untuk tambahan komentar yang bukan berasal dari penulis asli. Contoh:
- Katanya, "[Adam] tidak datang ke sekolah hari ini".
Tanda Kurung Lancip (<...>)
Biasa digunakan di bahasa komputer HTML
Tanda Kurung Kurawal ({...})
biasa digunakan untuk menyatakan notasi matematika
Tanda Kurung Ganda («...»)
Biasa digunakan di bahasa pemrograman komputer
Tanda Petik ("...")
1. Tanda petik digunakan untuk menyatakan suatu kalimat langsung atau kadang juga sebagai penegasan.
contoh: kata Ketua, "Kita akan segera berangkat besok."
contoh: kata Ketua, "Kita akan segera berangkat besok."
Tanda Petik Tunggal ('...')
Tanda petik tunggal biasa digunakan untuk mengapit petikan yang terdapat dalam petikan lain. Misalnya, seperti di bawah ini.
“Aku mendengar seseorang memanggil, ‘Nori, Nori’, dari hutan itu,” ujar Ramon.
Tanda petik tunggal juga digunakan untuk mengapit terjemahan, ungkapan asing, atau penjelasan kata. Kalau dalam linguistik, tanda petik itu disebutkan mengapit makna.
Tanda Ulang (...2)
Ditulis dengan menambahkan angka 2 (atau 2) di akhir kata yang seharusnya diulang, menandakan kata tersebut diulang dua kali. Tanda penyingkatan ini tidak resmi. Kata yang berulang harus ditulis penuh. Contoh:
- Buku-buku (bukan "buku2")
- Saudara-saudara (bukan "saudara2")
penggunaan tanda ulang (...2) biasanya dipakai oleh seorang notulen untuk menyingkat kata ulang.
Tanda Garis Miring (/)
Biasa digunakan untuk menyatakan "atau", biasanya untuk dua kata yang bersinonim. Contoh:
- Membuat / melakukan. (dibaca: membuat atau melakukan)
Untuk dua hal yang hampir serupa bunyinya, dalam hal ini tanda "/" tidak dibaca. Contoh:
- RT/RW
- AC/DC
Sebagai lambang matematika untuk pembagian (tanda bagi).
Label:
B.indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)
Pengikut
Category
- B.indonesia (26)
- cyber crime (8)
- cyber law (1)
- Database (1)
- Grafik (2)
- it audit (1)
- jaringan (4)
- nasional (1)
- Pemograman (2)
- Pemrograman Java (8)
- Pengelolaan Proyek Sistem Informasi (2)
- sosial (2)
- Telematika (2)