Kamis, 24 September 2009

Sejarah Bahasa Indonesia


Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Dasar RI 1945, Pasal 36. Ia juga merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia sebagaimana disiratkan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.Dan bahasa Indonesia ini dapat mempersatukan seluruh budaya bahasa yang ada di Indonesia.Namun di daerah-daerah terpencil di Indonesia,masih ada warga negara Indonesia yang tidak bisa menggunakan atau berkomunikasi dengan menggunakan bahasa indonesia tersebut.Oleh karena itu seluruh warga Indonesia harus bisa melestarikan bahasa negara kita tersebut sampai ke daerah-daerah terpencil.Karena bahasa indonesia pun merupakan budaya negara yang sangat penting dan sebagai simbol dari persatuan budaya kita.
Bahasa Indonesia diresmikan pada kemerdekaan Indonesia tahun 1945.Bahasa Indonesia merupakan bahasa dinamis yang hingga sekarang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan, maupun penyerapan dari bahasa daerah dan asing.Namun masyarakat saat ini lebih sering menggunakan bahasa sehari-hari yang sangat tidak baku.Seperti penggunaan kata “lu” untuk panggilan terhadap lawan bicara.Hal tersebut membuat keterbiasaan terhadap penggunaan bahasa yang tidak baku, sehingga masyarakat kurang memahami bahasa indonesia yang baik dan benar.


Penyebutan pertama istilah “Bahasa Melayu” sudah dilakukan pada masa sekitar 683-686, yaitu angka tahun yang tercantum pada beberapa prasasti berbahasa melayu kuno dari Palembang dan Bangka. Prasasti-prasasti ini ditulis dengan aksara pallawa atas perintah raja Sriwijaya, kerajaan maritim yang berjaya pada abad ke-7 sampai ke-12. Wangsa Sailendra juga meninggalkan beberapa prasasti Melayu Kuno di Jawa Tengah.Keping lembaga laguna yang ditemukan di dekat Manila juga menunjukkan keterkaitan wilayah itu dengan Sriwijaya.
Berbagai batu bertulis (prasasti) yang ditemukan itu seperti: di
  1. Prasasti Kedudukan Bukit di Palembang, tahun 683
  2. Prasasti Talang Tuo di Palembang, tahun 684
  3. Prasasti Kota Kapur di Bangka Barat, tahun 686
  4. Prasasti Karang Brahi di antara Jambi dan Sungai Musi
Karena terputusnya bukti-bukti tertulis pada abad ke-9 hingga abad ke-13, ahli bahasa tidak dapat menyimpulkan apakah bahasa melayu merupakan kelanjutan dari Melayu Kuno. Catatan berbahasa Melayu Klasik pertama berasal dari Prasasti Terengganu berangka tahun 1303.
Seiring dengan berkembangnya agama Islam dimulai dari Aceh pada abad ke-14, bahasa Melayu klasik lebih berkembang dan mendominasi sampai pada tahap di mana ekspresi “Masuk Melayu” berarti masuk agama Islam.
Referensi : Wikipedia,Bahasa Indonesia

1 komentar:

Wellya Rahmawanti mengatakan...

post baru lagi donk agaaaaaaaaaaaaan... :)

Posting Komentar

.... © 2008 Template by:
SkinCorner